• Whatsapp Wahyu Winoto
  • Pinterest Wahyu Winoto
  • Twitter Wahyu Winoto
  • Instagram Wahyu Winoto
  • Facebook Wahyu Winoto


header wahyu winoto blog

Orang Jawa Tidak Minat Pindah Ke Ibu Kota Negara yang Baru. Kenapa?

Sudah umum diketahui bahwa orang dari daerah/pedesaan cenderung ingin pindah ke kota, utamanya ibu kota negara. Akankah hal itu terjadi lagi kelak jika ibu kota negara kita pindah ke kaltim?

Lokasi Ibu Kota Negara yang Baru
Lokasi Ibu Kota Negara yang Baru
Banyak orang yang mengatakan faktor ekonomi adalah penyebab terbesar migrasi/perpindahan penduduk dari desa ke kota. Faktanya sejak teori perpindahan penduduk klasik pertama dikembangkan tahun 1885 hingga saat ini telah berkembang teori yang menekankan pada unsur sejarah, struktural, maupun kecenderungan global. (Teori awal migrasi penduduk dicetuskan oleh Ernst Georg Ravenstein, lahir tahun 1835 di Frankfurt Jerman, seorang ahli geografi dan kartografi).

Jadi dalam kenyataannya, secara konseptual maupun metodelogi, para ahli sampai saat ini masih mengalami kesulitan dalam membedakan secara lebih tajam antara migran dengan motif ekonomi dan migran karena motif-motif non ekonomi.

Pola mobilitas penduduk dimasa mendatang akan banyak mengalami perubahan sejalan dengan perkembangan tingkat sosial ekonomi masyarakat dan semakin maraknya hubungan antar negara.

Kira-kira apa yang akan terjadi di Indonesia dengan perpindahan ibu kota?

Menurut pengamatan saya, masyarakat kita tidak akan banyak "hijrah" ke Kaltim. Kenapa Orang Jawa Tidak Minat Pindah Ke Ibu Kota Negara yang Baru?:

- Selama ini mobilitas internal (antar daerah dan perdesaan-perkotaan) terjadi karena kesenjangan pendapatan, kesempatan bekerja, dan fasilitas sosial antar daerah. 
Nah, di Jawa kondisinya lebih baik secara ekonomi wilayah, sarana prasarana, juga faktor lain seperti hiburan misalnya dibanding Kalimantan, maka kecil kemungkinan mereka mau pindah ke daerah yang "tidak lebih baik".

- Kemungkinan terbesar akan terjadi pemerataan pembangunan. Dengan dibangunnya Kalimantan maka tingkat kesenjangan pembangunan antar daerah relatif kecil, Indonesia timur ikut terkerek perekonomiannya, angka migrasi penduduk akan menurun, baik dari kawasan timur maupun barat.
Ini menguatkan asumsi saya bahwa orang Jawa tidak akan ke Kalimantan, toh pembangunan merata, dimana-mana sama.

- Terjadi peningkatan mobilitas sirkuler (pengumbal dalam bahasa Jawa) atau (Commuters dalam bahasa Inggris). Gejala ini disebabkan banyak penduduk yang bertempat tinggal cukup jauh dari tempat bekerja atau pusat pendidikan. Seperti orang Bodetabek yang "wira-wiri" tiap hari ke Jakarta sekarang ini. Dan ingat kelak kota besar bukan cuma Jakarta.

- Terjadi peningkatan jumlah penduduk kota. Karena Ibu kota pindah, muncul kota-kota besar baru di Kalimantan, dan di Indonesia timur, maka secara matematis jumlah orang yang tinggal di kota akan bertambah, karena yang tadinya daerah akan jadi kota.

- Pola mobilitas lain yang juga diperkirakan berubah dimasa mendatang adalah migrasi internasional atau perpindahan penduduk antar negara. Negara kita makin maju, warganya menyadari bahwa kita ini warga global, maka akan banyak penduduk tidak canggung lagi bepergian keseluruh dunia. Jumlah pekerja profesional, kuliah, juga plesiran keluar negeri akan meningkat pesat.

Demikian sedikit pandangan saya, semoga ada manfaatnya, mohon maaf jika ada kesalahan.

Terima kasih.


Share artikel: kepada saudara maupun kawan anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

wahyu-winoto.com wahyu-winoto.com



© 2010 - 2019 || Blog hosted by Blogger || Hak cipta dilindungi UU.
TOP