• Whatsapp Wahyu Winoto
  • Pinterest Wahyu Winoto
  • Twitter Wahyu Winoto
  • Instagram Wahyu Winoto
  • Facebook Wahyu Winoto


header wahyu winoto blog

Simbol dan Tanda dalam Perkembangan Hidup Anak hingga Dewasa


Saya punya anak, Alfanarendra namanya. Ketika tulisan ini diketik usianya baru setahun lebih 2 bulan. Sudah seminggu ini saya ajari dia menggunakan alat tulis, pensil dan buku. Saya ajari menggambar dan menulis, dia mencoba mengikuti. Karena mash kecil sekali dia hasil pengamatan saya terhadap kemampuannya mencoret-coret persis seperti "cakaran ayam", hehe....

Ingatan saya segera nyambung ke buku karya Roseline Davido (Inspektur Kementrian Perancis, dan juga seorang psikolog serta dosen di Universitas Paris VII) yang judul aslinya "La decouverte de votre enfant par Le dessin" (saya baca buku versi terjemahan bahasa Indonesia).

Seorang anak dapat menggambar berawal dari tahap-tahap sebagai berikut:
- Periode titik-titik
- Periode "ceker ayam"
- Periode coretan tidak beraturan
- Periode menggambar "manusia salju".

Seiring bertambahnya usia kemampuannya makin baik, gambarnya makin komplit dan realistis. Hal itu berlaku global, artinya diseluruh dunia semua anak akan sama urutan-urutan kemampuan menggambarnya.

Perhatikan poin terakhir, yaitu periode menggambar "manusia salju". Periode ini untuk versi Indonesia diubah menjadi "manusia kodok", karena disini tidak ada salju. Jadi jangan berpikir jika anak tidak menggambar "manusia salju" lantas dikatakan tidak normal. Ada beda lingkungan disini. Anak akan otomatis menggambar simbol-simbol yang ada di lingkungannya.

Contoh lain, pada remaja atau orang dewasa ketika menggambar manusia dikatakan bahwa;
- jika menggambar orang menghadap ke kiri, dikatakan dia tipe introvert.
- jika menggambar orang menghadap ke kanan, dikatakan dia seorang extravert.

Saya pikir fenomena itu berpengaruh juga, dimana di Indonesia introvert dianggap lebih baik daripada extravert maka orang Indonesia cenderung memilih gambar yang menghadap ke kiri. 

(Introvert dianggap lebih baik kaitannya dengan budaya, terutama di Jawa, dimana orang cenderung enggan menonjolkan diri layaknya sifat introvert).

Proses menggoreskan pensil ke kertas adalah proses merealisasikan simbol. Pensil sebagai perpanjangan tangan akan menghasilkan apa yang ada dalam otak, baik yang berupa pikiran sadar, bawah sadar, maupun tidak sadar.
Masih kurang bukti bahwa goresan tangan mengandung simbol? 

Saya menemukan fakta yang lebih ngeri, awas jangan semaput membacanya. Adalah Irene B Levitt seorang analis tulisan tangan dari USA dalam bukunya "Brain Writing" menceritakan bagaimana ia dapat mengetahui seseorang mengalami gangguan kesehatan (dalam kasus itu tentang gangguan kesehatan di kandung kemih seseorang) hanya dengan mengamati tanda kecil pada huruf G yang ditulis orang tersebut.

Luar biasa bukan...

Salam


Share artikel: kepada saudara maupun kawan anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

wahyu-winoto.com wahyu-winoto.com



© 2010 - 2019 || Blog hosted by Blogger || Hak cipta dilindungi UU.
TOP