header wahyu winoto blog

Tamatan Jurusan Geografi, Kerja Apa?



Antara Basic Pendidikan dan Peluang Kerja di Masa Datang

Hari ini saya ditanya oleh beberapa rekan saya tentang apa kira-kira prospek/peluang kerja seorang alumni jurusan Geografi? Saya berikan gambaran besar tentang peluang kerja jurusan Geografi

a. Lapangan Kerja Jurusan Geografi

Alumni Jurusan atau Fakultas Geografi paling tidak harus memiliki memiliki kemampuan analisis wilayah berdasarkan pendekatan keruangan, kompleks wilayah dan kelingkungan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis (SIG). 

peluang kerja tamatan geografi
Geografi
Berdasarkan kompetensi tersebut alumni dapat bekerja dalam banyak bidang seperti kehutanan, pertambangan, perencanaan, perbankan, perpajakan, pendidikan, dan lain sebagainya. Banyak alumni yang sudah bekerja sebagai konsultan, perencana, peneliti, hidrologist, GIS specialist, guru, dosen serta berbagai profesi lain di berbagai instansi dan departemen misalnya Departemen Kehutanan, Departemen Dalam Negeri, Departemen Kelautan dan Perikanan, BAKOSURTANAL, LAPAN, LIPI, Bank Indonesia, BAPPEDA, Departemen Pertambangan dan Energi, Di instansi pemerintah seperti dinas PU, BPN, BKKBN, Dispenda, dan Biro Pusat Statistik (BPS), Dosen, dan lain-lain.

Bidang Minat :
- Geografi Fisik & Lingkungan
- Geografi Wilayah & Regional Negara
- Geografi Manusia / Kependudukan
- System informasi Geografis, Kartografi, & Penginderaan Jarak Jauh

Kemampuan Penunjang: 
Untuk kemampuan penunjang diperlukan dasar-dasar ilmu kealaman, mempunyai ketahanan fisik yang kuat, rajin, cermat, dalam melakukan praktikum di laboratorium, banyak penelitian di lapangan. 

Apa yang disebutkan diatas hanyalah jawaban normatif semata, karena tidak selamanya orang bekerja sesuai dengan bidang keahlian dalam pendidikan/kuliahnya.

b. Kisah Sukses Alumni Jurusan Geografi Diluar Bidang Geografi

Saya punya sebuah kisah atau cerita tentang seorang alumni jurusan geografi, Saptuari Sugiharto, seorang pengusaha muda yang merupakan bos dari Kedai Digital. Apa dan bagaimana Saptuari Sugiharto berhasil dengan usaha Kedai Digital-nya? 

Berbeda dengan generasi akhir 1990-an dan awal 2000-an yang umumnya terjun menjadi wirausahawan karena sulit mencari kerja akibat krisis ekonomi yang tengah melanda, generasi pengusaha muda berumur 20-an tahun saat ini tampak memiliki keyakinan diri yang lebih besar. Mereka sejak semula bersungguh-sungguh ingin menjalani hidup sebagai entrepreneur. Salah satu di antaranya adalah Saptuari Sugiharto.

Lelaki berusia 29 tahun itu telah mulai berbisnis kecil-kecilan sejak kuliah di Jurusan Geografi Universitas Gadjah Mada. Tahun ini, ia terpilih sebagai runner-up Wirausahawan Muda Mandiri 2007. Sejak masuk kampus UGM pada 1998, Saptuari telah mendambakan memiliki usaha sendiri. Sembari kuliah; beberapa usaha dijalaninya; mulai dari menjadi penjaga koperasi mahasiswa, penjual ayam kampung, penjual stiker, hingga sales dari agen kartu Halo Telkomsel.

Lalu, pada 2004, ketika bekerja sebagai event organizer di sebuah perusahaan di Yogyakarta, mantan staf marketing Radio Swaragama FM ini terperanjat melihat antusiasme penonton berebut merchandise berlogo atau bergambar para selebriti. “Heran. Kenapa orang-orang begitu bersemangat mendapatkan kaus, pin, atau apa saja milik artis,” katanya.

“Padahal, mereka bisa membuat merchandise apa saja sesuai dengan kemauannya.” Bermula dari rasa heran itu, pada 2005 Saptuari mengambil langkah berani mendirikan Kedai Digital. Perusahaan itu bertujuan memproduksi barang-barang cendera mata (seperti mug, t-shirt, pin, gantungan kunci, mouse pad, foto dan poster keramik, serta banner) dengan hiasan hasil print digital.

Waktu itu, ia bermodalkan uang sebanyak Rp28 juta; hasil dari tabungan, menjual motor, dan menggadaikan rumah keluarga. Butuh waktu enam bulan bagi lelaki kelahiran Yogyakarta itu untuk memulai kegiatan Kedai Digital. Terlebih dahulu, ia mesti mencari mesin digital printing. Ia mendapatkannya (buatan China) di Bandung.

Ia juga harus mencari tahu sumber-sumber bahan baku. Kemudian, ia harus mempersiapkan tempat usaha, menyusun konsep produk, dan merekrut para staf. Semuanya dilakukan sendirian. Bisnisnya berjalan pelan tapi pasti. Ketika usahanya mulai stabil, Saptuari memberanikan diri merekrut desainer dari kampus-kampus seni yang memang tersedia cukup banyak di Yogyakarta.

Untuk tenaga marketing, digunakan para mahasiswa dari perguruan tinggi lain yang juga tersebar di kota itu. Target pasar Kedai Digital adalah para mahasiswa. Karenanya, menurut Saptuari, perusahaannya tak boleh main-main soal kualitas. Karena itu, ia mesti menggunakan desainer yang memiliki latar belakang pendidikan formal. Pada tahun pertama, Kedai Digital telah berhasil meraih penjualan sebesar Rp400 juta.

Tahun berikutnya, perolehan bisnis melesat menjadi Rp900 juta. Seiring dengan pertambahan outlet, revenue pada 2007 menembus angka Rp1,5 miliar. Hingga akhir tahun silam, Kedai Digital telah memiliki delapan gerai di Yogyakarta. Salah satunya adalah Kedai Supply yang menyediakan bahan baku untuk kebutuhan produksi di seluruh outlet lainnya.

Sementara itu, gerai Kedai Printing dikhususkan melayani pesanan produk-produk advertising seperti banner. Di luar Yogyakarta, Saptuari telah memiliki lima outlet lain (di Kebumen, Semarang, Tuban, Pekanbaru, dan Solo) melalui sistem waralaba. Menurut Nur Alfa Agustina, Kepala Departemen MikroBisnis Group Bank Mandiri (penyelenggara Wirausahawan Muda Mandiri), di antara 500 peserta yang mengikuti lomba, Kedai Digital dinilai inovatif karena merupakan pelopor industri merchandise dengan metode digital printing di wilayah Yogyakarta.

Untuk penilaian dari sisi bisnis, Saptuari mendapat nilai lebih karena bukan berasal dari keluarga pengusaha. Pendidikannya pun tak terkait dengan ilmu ekonomi. Lalu, karena melibatkan banyak mahasiswa dalam menggerakkan usahanya dan mengajarkan mereka soal entrepreneurship, lelaki bertubuh kekar itu mendapat nilai yang tinggi dalam penilaian aspek sosial. Soal yang terakhir itu, Saptuari memang mengajak para pegawainya yang berperilaku baik untuk ikut memiliki saham di outlet-outlet Kedai Digital.

Kini, telah empat kedai yang sahamnya ikut dimiliki para pekerja. “Saya tak mau mereka terus-terusan hanya menjadi pekerja. Mereka juga harus menjadi owner,” katanya. Semangat wirausaha telah ikut disebarluaskan. (Sumber cerita: http://www.purdiechandra.net).

c. Peluang Kerja di Masa Datang

Kembali lagi ke pertanyaan awal tadi yaitu ; Apa kira-kira prospek pekerjaan seorang alumni jurusan Geografi?

Yang dapat saya katakan adalah, jangan takut dan jangan menyesal dengan apa yang sudah kamu tekuni sekarang ini. Jika misal nanti kamu mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan bidang keahlian saat kuliah maka hal itu bukanlah suatu aib, malahan hal itu suatu bukti bahwa kamu mampu beradaptasi dengan kebutuhan jaman. 

Sekarang ini yang banyak saya amti adalah para alumni jurusan tertentu di kampus rata-rata melakukan beberapa percobaan pencarian jati diri dalam pekerjaan, misalkan:

1. Lulus kulian, cari kerja seadanya, kalau bagus dlanjutkan, kalau jelek dan kurang prospek lalu ditinggalkan.
2. Semakin bertambahnya wawasan dan pengalaman, seseorang akan mulai melihat dan berusaha mendapatkan pekerjaan yang menurutnya prospeknya bagus
3. Setelah mendapatkan pekerjaan yang bagus, lalu berusaha melebarkan sayap dengan membuka usaha, mencari pekerjaan baru sebagai sampingan dengan tidak melepaskan pekerjaan utama, tujuannya sudah jelas untuk menambah pundi-pundi penghasilan keuangan.

Hal-hal yang demikian itu sudah umum sekali kita temui dilingkungan kita. Jadi, status sosial pekerjaan seseorang sekarang ini rata-rata adalah ganda. Banyak kita temui seorang guru yang juga seorang petani. Seorang dokter yang juga merangkap sebagai seorang pedagang. Atau seorang kontraktor yang juga merangkap sebagai dosen teknik.

d. Kuncinya Ada Pada Penguatan Kemampuan Diri

Jika ditanya enaknya kerja dimana ya? Saya selalu jawab "Gitu aja kq repot...". 
Secara hari gini udah jaman internet, apa yang kamu butuhkan cari saja infonya di internet, ada ribuan pekerjaan yang ditawarkan melalui internet tiap hari, itu bisa kita pilih sesuai bidang maupun sesuai minat kita.

Lalu, adanya internet juga membuka peluang usaha baru, saya tidak pelu sebutkan , berapa banyak orang yang sukses dengan menekuni pekerjaan dengan memanfaatkan internet, baik sebagai praktisi yang memanfaatkan internet sebagai ladang uangnya (pebisnis online), maupun sebagai pengguna internet yang memanfaatkan internet untuk mendukung kesuksesan karir dan pekerjaannya.

Selain itu yang paling esensi dari banyaknya kekhawatiran para generasi muda terkait dengan pekerjaan apa yang akan mereka lakukan yaitu karena belum adanya budaya kerja yang tertanam dalam benak mahasiswa sehingga masih terbiasa dengan kebiasaan bermalas-malasan untuk menemukan pekerjaan yang pas buat mereka.

Sebagai bonus artikel ini berikut ini ada beberapa tips supaya sebagai alumni mahasiswa bisa mendapat pekerjaan dengan cepat:

1. Miliki pengetahuan teknik wawancara pekerjaan

Buku dan artikel tentang hal ini bisa kita dapatkan di toko buku ataupun di internet. Jangan khawatir mengenai biaya, karena banyak sekali artikel tentang teknik wawancara bisa didapat dengan gratis melalui internet.

2. Persiapan bekerja / magang

Setahun sebelum perkiraan lulus kuliah, melamarlah untuk beberapa pekerjaan yang diminati, katakan didalam surat lamaran, bahwa saat ini anda masih kuliah, namun dalam persiapan menyusun skripsi. Cari juga beberapa lowongan kerja yang mungkin cocok untuk anda dan anda bisa magang disana.

3.Untuk pekerjaan atau jabatan yang tidak harus memiliki latar belakang pendidikan khusus, seperti dokter, akuntan, arsitek atau engineer, maka walaupun calon pemberi kerja (perusahaan) telah mensyaratkan latar belakang pendidikan yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan anda, jangan “takut” untuk tetap melamar.

4.Upayakan memiliki pengalaman kerja semasa anda kulian, walaupun hanya berupa praktek kerja, atau pekerjaan paruh waktu, dan cantumkam pengalaman kerja ini dalam CV anda.

5.Aktivitas berorganisasi perlu juga disertakan saat menuliskan CV, sebab biasanya aktivitas organisasi banyak memberi kematangan dalam berinterkasi dan berkomunikasi yang tentunya dibutuhkan juga dalam dunia kerja. Mungkin saya juga bisa memberikan salah satu solusi yang paling baik adalah kita mulai dengan bisnis

Jadi bisa saya katakan, apapun bidang dan basic pendidikan formal kamu, kuncinya ada pada penguatan kemampuan diri. Kuatkan kemampuan diri dalam bidang-bidang yang kemungkinan akan berprospek bagus nantinya. Lalu, pekerjaan entah itu yang formal maupun informal pada hakikatnya membutuhkan inovasi, sekecil apapun itu. Pekerjaan akan datang pada mereka yang mampu menciptakan inovasi baik untuk hal-hal baru maupun untuk melengkapi apa yang sudah ada.

Sekian.

***


Demikian artikel: semoga bermanfaat bagi anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar




© 2010 - 2024 || By Blogger || Hak cipta dilindungi UU.
TOP