• G+ Wahyu Winoto
  • Pinterest Wahyu Winoto
  • Instagram Wahyu Winoto
  • Twitter Wahyu Winoto
  • Facebook Wahyu Winoto
  • Whatsapp Wahyu Winoto


header wahyu winoto blog

Pemanfaatan Air Pembuangan dari AC untuk Menyiram Tanaman Secara Otomatis

Bagi kita yang tinggal di kota-kota besar, tidak asing lagi dengan yang namanya AC atau Air Conditioner, barang elektronik yang satu ini telah menjadi sebuah kebutuhan wajib di gedung-gedung untuk menjaga suhu udara agar nyaman, tidak terlalu panas, dan udara menjadi lebih bersih.

Ketika membicarakan AC maka kita tentu tahu bahwa AC dalam kinerjanya akan menghasilkan air, air residu ini dikenal orang dengan sebutan air pembuangan AC. Air pembuangan dari AC ini sejatinya adalah hasil dari proses kondensasi, dimana udara panas ruangan yang berisi uap air akan diserap oleh AC dan dirotasi dengan udara dingin hasil pendinginan freon. Residu dari uap udara panas ini akan dibuang menjadi air.

Berapa kapasitas air buangan dari AC?

Konon menurut kawan-kawan yang mencoba menampung air pembuangan dari AC, mereka bisa mendapatkan air hampir mencapai 5 liter air, itu untuk AC 1/2 PK dalam penggunaan full selama 6 Jam. Kawan saya yang lainya mengatakan dia menggunakan botol air mineral ukuran 1 liter untuk menampung air buangan dari AC dirumahnya, dan hanya butuh waktu kurang lebih 3 jam saja, botol air mineral ukuran 1 liter tersebut sudah penuh dengan air.


Semenjak mengetahui tentang potensi penggunaan air pembuangan dari AC, saya mencoba mencari cara untuk menggunakan air pembuangan dari AC di kamar saya. Sebelumnya air tersebut saya tampung lalu saya buang. Namun beberapa minggu kemarin saya kepikiran untuk membuat jalur pipa khusus dimana pipa tersebut saya urai menuju pot-pot tanaman dan bunga.

Pemanfaatan Air Pembuangan dari AC
Pipa pembuangan air dari AC

Pemanfaatan Air Pembuangan dari AC
Sambung dengan selang menunju tanaman

Pemanfaatan Air Pembuangan dari AC
Ujung selang bisa langsung diarahkan ke pot tanaman





















Ketika AC dihidupkan dan menghasilkan air pembuangan maka air akan otomatis mengalir melalui pipa yang telah saya atur sedemikian rupa untuk menjangkau tanaman-tanaman yang saya inginkan. Walhasil kini setiap hari saya tidak perlu menyiram tanaman, air dari AC itu telah otomatis mengalir menyirami tanaman, sehingga tanaman tidak pernah kekurangan air. 

Sejauh ini tidak ada dampak negatif, dalam artian tanaman-tanaman saya tetap tumbuh bagus, bahkan lebih hijau karena tidak pernah kekurangan air. 

Selain untuk menyirami bunga dan tanaman, dari yang saya baca di blog dan forum di internet, ternyata ada juga orang yang memanfaatkan air buangan AC untuk air Radiator kendaraan dan air wiper kaca mobil. Bahkan seperti saya temukan dalam jurnal ICAJ (Indonesian Chemistry and Application Journal), telah ada riset mengenai air buangan dari AC dengan judul "AIR BUANGAN AC (AIR CONDITIONER) SEBAGAI PENGGANTI AKUADES", riset ini dilakukan di jurusan kimia Uiversitas Negeri Surabaya (UNESA).

Pemanfaatan Air Pembuangan AC dalam Skala Besar

Jika dalam skala kecil, skala rumah tangga, air pembuangan AC dapat degan mudah kita manfaatkan, lantas mungkinkah hal itu digunakan dalam skala besar?

Seperti kita ketahui di kota-kota besar kita tahu banyak gedung-gedung tinggi, mall, perkantoran, dll, yang mana mereka semua menggunakan sistem pendingin raksasa atau AC central yang sangat besar.

Nah, air pembuangan AC hasil pedinginan hotel, mall dan, kantor-kantor besar harusnya bisa digunakan untuk memenuhi semua kebutuhan penghuni gedung kan. Apakah hal itu sudah dilakukan dengan massif? Saya rasa belum.

Penggunaan air hasil buangan AC dalam skala besar tentu akan sangat besar debitnya, seharusnya dapat digunakan untuk kebutuhan gedung-gedung tersebut seperti misalnya untuk toilet, wastafel, menyiram taman, bahkan untuk air keperluan cuci-mencuci. 

Silahkan tinggalkan komentar bagi pembaca yang mengetahui fenomena tersebut, atau berbagi solusi tentang penggunaan air pembuangan AC.


Share artikel: kepada saudara maupun kawan anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

wahyu-winoto.com




© 2010 - 2018 || Blog hosted by Blogger || Hak cipta dilindungi UU.
TOP