• G+ Wahyu Winoto
  • Pinterest Wahyu Winoto
  • Instagram Wahyu Winoto
  • Twitter Wahyu Winoto
  • Facebook Wahyu Winoto
  • Whatsapp Wahyu Winoto


header wahyu winoto blog

Syarat Untuk Menjadi Negara Maju

Artikel saya kali ini adalah artikel bersambung, dan postingan ini adalah opini tentang Syarat Untuk Menjadi Negara Maju bagi Indonesia bagian pertama, tulisan sejenis akan bersambung nantinya.

SYARAT SUKSES MENJADI NEGARA MAJU

Siang tadi saya menemukan info-grafis dari CNBC Indonesia (gambar terlampir), bahwa secara global nanti pada 2050 akan muncul negara-negara dengan kekuatan ekonomi yang luar biasa. Indonesia diprediksi termasuk dalam 5 besar "the big five" kekuatan ekonomi dunia.

Kekuatan ekonomi dunia tahun 2050
Kekuatan ekonomi dunia tahun 2050
Saya setuju (untuk mengatakan berharap) bahwa prediksi tersebut adalah tepat. Namun tentu ada beberapa syarat dimana sebuah negara dapat melenggang bebas menuju kondisi perekonomian yang kuat, apakah itu? Sudah barang tentu faktor kestabilan keamanan. 

Indonesia akan mampu tumbuh jika situasi dan kondisi tetap kondusif, tidak "chaos" apalagi perang.

Menurut ahli kekuatan militer dunia, saat ini tidak ada satupun negara yang menginginkan perang, kenapa? Karena jika terjadi perang maka dukungan logistik dan keuangan negara akan "jebol", bahkan bangkrut. Sebagai gambaran, jika terjadi perang dunia besar-besaran, China hanya mampu membiayai perang selama 3 bulan, Amerika Serikat hanya setengahnya. Dengan alasan ekonomi pula Korea Utara yang galaknya minta ampun saja lebih memilih damai, Kim Jong Un masih waras, dia tahu perang cuma akan menyengsarakan, dan menurut beberapa artikel yang saya temukan logistik Korut cuma akan mampu support perang selama 2 pekan, lbh dari itu maka keuangan defisit. Maka dari itu bulan Juni 2018 Kim Jong Un bertemu Donald Trump untuk pembicaraan damai seputar nuklir yang dimiliki Korea Utara. 

Indonesia konon cuma mampu support logistik perang selama 2 bulan. Itu hitungan kasar berdasar APBN. Lebih lama dari itu maka anggaran akan defisit, negara-negara harus menutup biaya perang dengan menguras apasaja yang tersisa. Maka dari itu, tidak ada satupun yang menginginkan perang dunia. 

Maka, sekali lagi, mari kita jaga situasi dan kondisi, jaga perdamaian dunia, karena ada biaya yang sangat mahal jika sampai terjadi perang. Selain itu, jika terjadi perang maka cita-cita kita untuk memiliki negara makmur, maju, akan sirna. 

Saya kira, kita tentu menginkan negara ini tumbuh dan berkembang menjadi negeri yang sentausa. Mencuplik paparan Kiyai-kiyai NU kita mencita-citakan "baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur", atau menyitir cita-cita luhur nenek moyang kita yang ingin membangun bangsa "gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja". Semoga benar-benar tercapai cita-cita luhur bangsa Indonesia tersebut.



Share artikel: kepada saudara maupun kawan anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

wahyu-winoto.com




© 2010 - 2018 || Blog hosted by Blogger || Hak cipta dilindungi UU.
TOP