• G+ Wahyu Winoto
  • Pinterest Wahyu Winoto
  • Instagram Wahyu Winoto
  • Twitter Wahyu Winoto
  • Facebook Wahyu Winoto
  • Whatsapp Wahyu Winoto


header wahyu winoto blog

Bukti Perekonomian Makin Baik

Sigma logo didepan gedung BPS
Sigma
Sampai sekarang saya masih penasaran kenapa didepan kantor BPS pusat itu ada patung simbol "Sigma". Kurang cantik menurut saya. Kalau boleh usul gimana kalau diganti saja dengan patung "badak" sebagai tanda bahwa negara kita makin hari makin kuat, sekuat badak, haha...

Ok, cukup basa-basinya, sekarang saya ajak kawan-kawan untuk mencermati data dari BPS berikut ini. Anda bisa "cross-check" data-data berikut ke kantor BPS atau buka saja website bps.go.id





Update Ekonomi Makro Indonesia dari 1998 ke 2017:

- Utang luar negeri Indonesia pada akhir 2017 mencapai US$ 352,2 miliar (Rp 4.772 triliun), naik 133,6% dibanding tahun 1998.
- Cadangan devisa Indonesia naik sebesar 648% menjadi US$ 130,2 miliar dibanding 1998.
- Tahun 1998 rasio utang luar negeri Indonesia mencapai 8,67 kali dari cadangan devisa dan 1,27 kali terhadap PDB.
- Tahun 2017 rasio utang luar negeri Indonesia menjadi 2,71 kali terhadap cadangan devisa dan 0,35 kali terhadap PDB.
- PDB Indonesia tumbuh lebih besar dari utang luar negeri, yakni sebesar 742% dibanding tahun 1998 yaitu menjadi US$ 1.003 triliun.
- Tahun lalu neraca pembayaran Indonesia surplus hingga US$11,8 miliar.
- Cadangan devisa 2017 sebesar US$ 130,2 miliar, cukup untuk membiayai 8,3 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah.


Dari data-data tersebut kita semua bisa lihat bahwa negara ini telah berada pada jalur yang benar, gerbong telah ditarik lokomotif yang tepat, ekonomi tumbuh, perlahan namun pasti akan menjadikan kita bangsa besar dan kaya. 

Mari Bersyukur Atas Indonesia

Mengapa kita harus bersyukur?
Kita semua tahu bahwa dunia sedang krisis global, negara-negara berikut ini bangkrut (yaitu Yunani, Ekuador, Zimbabwe, Jamaika, Puerto Rico, Argentina, Nauru). Sekarang akan segera menyusul bangkrut juga Sri Lanka dan Maladewa. 

Mengapa mereka sampai bangkrut?

Tidak lain dan tidak bukan karena mereka tidak cepat beradaptasi mengikuti perkembangan jaman, baik dari sisi pendidikan, keahlian, maupun mengelola perekonomian. 

Kita wajib bersyukur jadi WNI yang mana negara ini makin hari makin matang pengelolaan negaranya. Tidak usah jauh-jauh, tetangga dekat kita alias negeri jiran, rasio utang terhadap PDB sudah 90% lho, bisa jadi mereka akan kolaps juga jika salah kelola.


Share artikel: kepada saudara maupun kawan anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

wahyu-winoto.com




© 2010 - 2018 || Blog hosted by Blogger || Hak cipta dilindungi UU.
TOP