• G+ Wahyu Winoto
  • Pinterest Wahyu Winoto
  • Tumblr Wahyu Winoto
  • Twitter Wahyu Winoto
  • Facebook Wahyu Winoto
  • Instagram Wahyu Winoto
  • Whatsapp Wahyu Winoto



Contoh Kekuatan Media Jejaring Sosial Internet


Dalam ensiklopedia online Wikipedia, jejaring sosial atau jaringan sosial disebut sebagai suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dan lain-lain.

Penelitian dalam berbagai bidang akademik telah menunjukkan bahwa jaringan sosial beroperasi pada banyak tingkatan. Mulai dari keluarga hingga negara, dan memegang peranan penting dalam menentukan cara memecahkan masalah, menjalankan organisasi, serta derajat keberhasilan individu dalam mencapai tujuannya.
Contoh Kekuatan Media Jejaring Sosial Internet
Kekuatan Media Jejaring Sosial Internet
Sekarang ini dimana internet sudah menjadi kebutuhan penting masyarakat maka penyedia jasa di internetpun makin beragam pula. Setelah beberapa waktu yang lalu kami publikasikan tentang "Jejaring Sosial Sebagai Media Pembelajaran Interaktif", kini kami coba berikan beberapa contoh peranan Kekuatan Media Jejaring Sosial Internet yang dapat mengubah dunia, bukan hanya dalam hal pertemanan, sosialisasi, dan sejenisnya bahkan mampu merambah hingga ke dunia peperangan, politik, hingga sosial dan kemanusiaan, apa sajakah itu? simak selengkapnya berikut ini:


Bicara tentang Pilkada DKI, pernahkan pihak lawan pasangan Jokowi-Ahok menganalisa mengapa “Demam Jokowi-Ahok” melanda Jakarta dengan cepat ? Membangun basis pendukung dalam jumlah besar secara konvensional membutuhkan waktu bertahun-tahun dan memerlukan struktur organisasi yang bisa menjangkau segala lapisan pemilih.

Fakta bahwa Jokowi lebih dikenal di Solo dan Ahok di Bangka Belitung bukan modal yang kuat untuk menggalang dukungan secara luas. Faktor partai memang membantu, tetapi bukan faktor utama yang membentuk “branding” Jokowi-Ahok secara luas. Lupakan saja istilah “mesin partai”, karena sudah tidak relevan lagi. Makanya pasangan Jokowi-Ahok tidak bergeming ketika partai-partai besar dan ormas garang berbaris menghadang, sebut saja Demokrat, Golkar, PAN, Hanura, PPP, PKS, FPI, dan FBR.

Mari kita amati beberapa contoh karya para pendukung Jokowi, yang resmi tergabung dalam Timses maupun tidak:

- Video klip lucu Parodi Curahan Hati di Youtube.
- Vidoe klip Jakarta Baru The Movie di Youtube.
- Video klip kocak plesetan What Makes You Beautiful di Youtube.
- Kretivitas PC game Jokowi-Ahok Selamatkan Jakarta yang pernah saya bahas. Targetnya menjala 1 juta pemain.
- Artikel-artikel yang secara konsisten mendukung dan menyebarkan dukungan kepada pasangan Jokowi-Ahok di berbagai online media seperti Kompasiana dan Kaskus. Bahkan dikatakan pasangan Jokowi-Ahok enam kali lebih tenar di dunia maya jika dibandingkan pasangan Foke-Nara.

Ada apa dengan fenomena ketenaran Jokowi-Ahok yang menanjak secara cepat ? Bahkan setelah bertubi-tubi dijegal isu SARA dan kampanye hitam. Secara logis Jaringan Social Media memainkan peranan utama disini, karena dapat menjangkau para pemilih secara individu. Suatu kekuatan yang tidak bisa dideteksi tetapi merambat secara cepat seperti gelombang suara.

Penulis mencatat ada 20 fakta yang mendukung fenomena demam Jokowi-Ahok ini :

1). Akun Facebook dari Indonesia mencapai 42,5 juta dan merupakan pemakai Facebook terbanyak no. 4 didunia. Kota Jakarta merupakan kota no. 2 yang terbanyak pemakai Facebook didunia setelah Bangkok.

2). 89% pengguna Internet di Indonesia lebih suka berinteraksi melalui Jaringan Sosial Media dan Messaging dibandingkan melalui email. Diprediksi pemakai BBM di Indonesia tahun 2011 lebih dari 5 juta pengguna dan akan mencapai 9,7 juta di tahun 2015.

3). Lebih dari 60% pengguna Internet di Indonesia suka browsing dengan Mobile Phone dan umumnya terkoneksi melalui Sosial Media.

4). Lebih banyak orang Indonesia mengakses Internet dibandingkan dengan pembaca koran dan pendengar radio.

5). Kira-kira setengah dari pengguna Internet di Indonesia berusia kurang dari 20 atau sekitar 20an.

6). Rasio pengguna Internet di Indonesia kira-kira 64% pria dan 36% wanita.

7). Rata-rata terjadi 1,293,131 Tweet perhari diantara pengguna Twitter di Indonesia atau 15 Tweet perdetik.

8). Haris Kamis adalah hari paling sibuk diantara pengguna Twitter di Indonesia. Paling banyak kicauan terdengar.

9). Sekitar 51% pengguna Internet mengakses konten video, paling umum dari Youtube.

10). Ada sekitar 30 juta pengguna smartphone di Indonesia, yang berarti punya kemampuan untuk mengakses konten Internet.

11). Ada sekitar 29 juta pengguna jaringan 3G di Indonesia, hal ini mendukung fakta no 9. Online user yang secara konsisten dan mobile sangat besar. Banyak yang tinggal di kota-kota besar. Jakarta memiliki faslitas online terbaik di Indonesia tentunyan memiliki pengguna terbanyak.

12). Banyaknya warnet dan jaringan WIFI di Cafe memudahkan warga Jakarta mengakses Internet.

13). Sosial Media dan Micro Blogging mendominasi aktivitas pengguna Internet.

14). Indonesia memiliki 9,3 juta pemain social gaming aktif, dimana kira-kira 3,6 juta berusia antara 22 - 39 tahun and 2,4 juta berusia 18 tahun atau kurang.

15). Indonesia menduduki rangking 10 dalam hal jumlah pengguna Google Social Media Sevice, Google+.

16). Pemerintah Indonesia melakukan investasi besar untuk infrastruktur jaringan data, dapat mencapa USD 9 juta pada tahun 2015.

17). Diprediksi pada tahun 2013, jumlah pengguna Internet di Indonesia akan melebihi jumlah seluruh polpulasi di Jepang yang mencapai sekitar 127 juta orang.

18). Orang Indonesia sangat menyukai Twitter disamping BBM. Suka dengan interaksi melalui “texting”.

19). Pertumbuhan bisnis yang berkaitan dengan Internet mencapai tiga kali lebih cepat dibandingkan dengan bisnis konvensional lainnya.

20). Orang Indonesia suka dengan “gosip”, sehingga berita yang beredar di Internet akan menyedot banyak perhatian. Tetapi secara umum juga sudah terdidik dan kritis, sehingga bisa menggali lebih dalam tentang kebenaran beita tersebut. Pengguna Internet di Indonesia tergolong rasional.

Nah, kita bisa lihat pihak mana yang menggunakan keduapuluh fakta tersebut secara positif dalam berkampamye ? Contoh karya para pendukung Jokowi-Ahok diatas adalah contoh positif dalam penggunakan Internet dan Sosial Media sebagai alat kampanye. Bandingkan dengan kampanye hitam yang berseliweran, bahkan ada video berbau ancaman di Youtube, namun para pengakses Internet sudah bisa memilah mana yang positif dan negatif. Malahan semaua hal yang bernuansa negatif “tewas dengan sukses” ditolak mentah-mentah.

Perpaduan antara populasi besar pengguna Internet yang berusia muda, terdidik dan kritis serta pembuat konten yang kreatif-positif merupakan faktor pengungkit popularitas Jokowi-Ahok yang tidak terkejar.

Satu hal lagi, yang menjadi “benang merah” antara para pendukung dan calon gubernur yang didukung adalah penggunaan baju motif kotak-kotak. Mungkin ada yang berpendapat, popularitas di dunia maya adalah hal yang rapuh, tetapi kehadiran identitas baju kotak-kotak merupakan “perekat” setingkat lem super. Terkoneksi lewat Jaringan Social Media dan terikat senasib dengan baju kotak-kotak. Jangan lupa orang-orang muda suka dengan aktualitas diri dengan berkarya “gratis” dan saling berinteraksi secara dinamis.


Keandalan media sosial memang telah terbukti dalam beberapa gerakan populer mendunia seperti protes Occupy Wall Street dan revolusi Arab Spring. Tetapi Israel mungkin adalah negara pertama di dunia yang meluncurkan perang propaganda lewat Facebook dan Twitter.

Dan letnan yang mengatur semua serangan propaganda itu adalah Sacha Dratwa, 26 tahun, yang menggemari olahraga seluncur salju. Dia imigran Belgia yang memimpin tim pasukan media sosial.

Menurut majalah Tablet, sudah dua tahun belakangan ini Dratwa bertanggungjawab memegang akun YouTube dan Facebook milik militer Israel. Tugasnya adalah membuat kedua media sosial itu menjadi senjata Israel yang paling terlihat di seluruh dunia.

Facebook, seperti dilaporkan Tablet, baru tersedia di Israel sekitar tahun 2008-2009. Waktu itu Facebook masih dianggap mainan anak-anak.

Tapi itu dulu. Kini, kata Dratwa kepada majalah Tablet, "Kami percaya orang mengerti bahasa Facebook, bahasa Twitter."

Apa saja kegiatan Dratwa dan timnya? Mereka, antara lain, mengetwit mengenai gadis Israel yang terluka akibat roket Hamas, untuk merespon tersebarnya foto bayi yang terbunuh oleh senjata Israel. Di blog, mereka membuat game bergaya Foursquare bagi pengunjung. Di YouTube, mereka menayangkan video serangan dan pembunuhan.

Informasi lebih jauh mengenai Dratwa bisa didapatkan di halaman Facebook miliknya. Sebagaimana dituliskan Gizmodo, orang yang memimpin perang di internet hanyalah orang biasa, yang suka nongkrong bersama temannya, bermain seluncur salju, dan "komandan skuad perang di internet."

3. Kekuatan Media Jejaring Sosial Internet dalam Kemanusiaan (Tanggap Bencana Badai Sandy - USA)

Pembicaraan tentang badai Sandy menjadi topik terhangat yang diperbincangkan di media sosial. Di layanan microblogging Twitter misalnya, terlepas benar atau tidaknya informasi yang disebar, banyak orang berbagi tentang apa dan bagaimana badai Sandy.

Gubernur New Jersey, Chris Christie, merupakan salah satu tokoh yang vokal "berkicau" di jejaring sosial itu mengenai badai Sandy. Melalui akun @GovChristie, ia menyatakan kesedihan dan kekecewaannya terhadap mereka yang tidak mengungsi.

Mengutip laporan Latimes, Kamis, 1 November 2012, Christie rajin mengumumkan nomor-nomor penting untuk meminta bantuan dan sukarelawan, serta memberikan informasi terbaru tentang penanganan bencana di daerah tertentu. Semua informasi itu dirangkumnya dalam tanda pagar (tagar) #Sandy.

Di twitter, #Sandy adalah frase yang paling banyak dipantau para tweeps. Adapun di Facebook, pembicaraan yang paling banyak digunakan adalah "Sandy," "Hurricane Sandy," dan "Hurricane".

Menurut juru bicara Facebook, frasa lainnya yang juga cukup populer terkait dengan bencana badai Sandy adalah "stay safe", "be safe", "storm", "east coast", "praying", "power", dan "my friends".

Tak cuma Twitter dan Facebook, layanan berbagi gambar, Instagram, juga ramai dengan foto-foto tentang antisipasi kedatangan badai Sandy, jendela yang diterjang badai, pantai dihantam badai, dan lainnya.

CEO Instagram, Kevin Systrom, mengatakan kepada Associated Press, ada 10 gambar dengan hastag badai Sandy yang diunggah ke Instagram setiap detik.

Di Instagram, tercatat lebih dari 180 ribu foto dengan hastag #Sandy, 100 ribu dengan #hurricanesandy, dan 20 ribu foto dengan #Frankenstorm.


Silahkan share artikel

kepada saudara maupun sahabat yang membutuhkan.
Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar


wahyu-winoto.com www.wahyu-winoto.com gambar hiasan wahyu-winoto.com




Wahyu W - Bloger Indonesia


© 2010 - 2017 || Blog hosted by Blogger || Hak cipta dilindungi UU.
TOP