Blogger Nusantara (Blogger nDeso Siap mBangun Deso)




Blogger Nusantara (Blogger nDeso Siap mBangun Deso)


Blogger Nusantara (blogger ndeso siap mbangun deso)

a. Blogger Nusantara, nDeso !



nDeso, jargon yang melekat dengan tukul arwana, ternyata telah menular pada para peserta Kopdar blogger nusantara pada 28-30 Oktober 2011 di gedung Convention Hall - Sun City, Sidoarjo, Jawa Timur yang juga saya ikuti.

Istilah blogger ndeso yang muncul dari even Kopdar Blogger Nusantara bukannya tanpa sebab, tampaknya disini XL selaku sponsor utama telah berhasil membuat sebuah branding NDESO (berdasarkan iklan yang dibintangi Tukul Arwana yang berkali-kali mengatakan Ndessoo), sehingga dalam even nasional tersebut ketika MC mengharap penonton menanggapi jargon XL dengan sautan "xlangkah lebih maju" malah mendapatkan tanggapan "NDESO !!!"


Kopdar 1000 Blogger Nusantara


b. Blogger nDeso mBangun Deso


Masih terkait dengan Blogger Nusantara dan dunia blog di Indonesia, yang saya lihat dari jargon "nDeso" dalam acara kopdar blogger nusantara di Sidoarjo 2011 yang lalu adalah bahwa blogger Indonesia memang rata-rata berasal dari pedesaan (Deso = Bhs Jawa). 


Kemudian, meski kata nDeso identik dengan "tidak modern", namun dalam konteks Blogger Nusantara kata nDeso menurut saya malah mengandung nilai positif dan potensi luar biasa. Nilai positif yang saya tangkap adalah justru karena berasal dari pedesaan itulah maka para blogger nusantara akan lebih mampu mengenal wilayah nusantara (yang didominasi oleh pedesaan) tersebut. Blogger Nusantara atau blogger Indonesia sudah selayaknya mampu menunjukkan semangat kebersamaan untuk menjadi "blogger ndeso yang siap mbangun deso" (blogger dari daerah yang mampu andil dalam pembangunan daerah).

Menurut saya, konsep blogger ndeso mbangun deso jika benar-benar diterapkan maka bukan tidak mungkin nantinya para blogger (yang jumlahnya ribuan bahkan jutaan) akan mampu menjadi agen perubahan didaerah masing-masing.

Para blogger yang notabene adalah kalangan terpelajar, kalangan pembelajar, dengan jaringan internet yang melengkapinya, sudah barang tentu akan lebih mampu mengupdate informasi dibandingkan orang-orang awam didaerahnya.

Kalau boleh saya berangan-angan lebih jauh, seandainya jargon "nDeso" itu kita kembangkan menjadi semacam visi misi bagi para blogger Indonesia, maka hal itu sungguh bisa menjadi sesuatu yang amat potensial.

Misalnya dengan visi "Blogger Ndeso Mbangun Deso". Dan juga Misi menjadikan para blogger Mbangun Deso yang sedikit banyak akan punya andil dalam dunia pembangunan Nasional yaitu terwujudnya masyarakat yang semakin Sejahtera. 

Gerakan Blogger Ndeso Mbangun Deso bisa diarahkan untuk :
1. Menitikberatkan orientasi pembangunan ke pedesaan yang bersifat menyeluruh, terkait dengan pengembangan sumberdaya manusia, alam, lingkungan, sosial, politik dan kewilayahan. (perlu diketahui bahwa Indonesia masih didominasi wilayah pedesaan).

2. Mendorong segenap potensi masyarakat yang memiliki pengetahuan, ketrampilan, teknologi informasi untuk ditularkan kepada masyarakat pedesaan.


Visi Misi sederhana tersebut bukanlah hal yang kaku (hanya berlaku untuk blogger daerah saja), namun blogger dari perkotaan-pun dapat ikut melaksanakan konsep Blogger nDeso Mbangun Deso, misalkan : bagi mereka yang memiliki kekayaan atau modal yang besar dapat memberikan bantuan guna mendukung, melindungi, memasarkan dan mengembangkan usaha produktif yang dilakukan masyarakat pedesaan.


Sehingga, dengan kehadiran "blogger nDeso" yang membangun dari dalam (pedesaan), dan juga dukungan dari blogger kutho (perkotaan) dengan bantuan dari luar (modal dan sejenisnya), maka lengkaplah sudah kekuatan untuk mewujudkan semangat Blogger nDeso yang mampu mbangun Deso yang saya katakan diatas.

Apa yang saya sampaikan ini bukanlah hal yang mustahil dilakukan, bahkan saya punya keinginan dan keyakinan bahwa suatu saat akan muncul kekuatan baru dalam masyarakat pedesaan yang mampu memberi andil besar untuk bangsa ini. Hal kecil yang dilakukan blogger di daerah jika teratur dikembangkan maka akan berefek besar pada akhirnya. 

Teringat pada kata pepatah "satu pohon tak kan mampu menurunkan hujan", maka konsep blogger ndeso mbangun deso juga tidak akan berhasil jika dilakukan oleh 1 orang blogger saja, namun keberhasilan yang ingin dicapai oleh masyarakat blogger indonesia (untuk ikut andil membangun Indonesia) harus dilakukan bersama-sama oleh para blogger dari seluruh Indonesia.

Semoga pemerintah dan lembaga terkait yang melihat potensi besar ini dapat mengambil pelajaran dan mengambil langkah nyata untuk menambah peluang  membangun dan menyejahterakan masyarakat diseluruh wilayah Indonesia. 

Percayalah, blog bisa mengantarkan kita XLangkah Lebih Maju

Semoga.

***







Ada 2 komentar untuk artikel Blogger Nusantara (Blogger nDeso Siap mBangun Deso)

bro eser on Selasa, 01 November 2011 13.30.00 WIB mengatakan...

Benar bro, kata "ndeso" yang dipopoluerkan oleh tukur arwana menjadi branding pada acara kopdar beberapa waktu lalu. Semoga kita yang blogger ndeso bisa berlaku lebih profesional dan semangat masyarakat ndeso yang saling membantu dan saling peduli terhadap sesama akan tertanam dalam hati kita

ajurna on Rabu, 02 November 2011 10.02.00 WIB mengatakan...

semoga blogger ndeso benar-benar bisa membangun deso untuk menjadi lebih baik. amin


Posting Komentar

 


garis hitam panjang
garis hitam panjang