• blog wahyu winoto
  • G+ wahyu winoto
  • Instagram wahyu winoto
  • pinterest wahyu winoto
  • fb wahyu winoto
  • twitter wahyu winoto

Ban Terbaik di Indonesia GT Radial




Ban Terbaik di Indonesia GT Radial


Ban Terbaik di Indonesia GT Radial


Kalau kita cermati, akhir-akhir ini dunia internet makin diminati untuk dijadikan sarana periklanan, tidak hanya bisnis online atau yang berkaitan dengan media internet yang menggunakan media ini untuk berpromosi, sekarang ini promosi dan periklanan online telah dilakukan oleh perusahaan yang tidak ada kaitannya dengan internet seperti dunia bisnis otomotif, dan sebagainya. Sebut saja beberapa waktu lalu saya menemukan strategi pemasaran dan periklanan yang dilakukan oleh Adira Asuransi Kendaraan Terbaik Indonesia dan VIAR Motor Indonesia yang telah lebih dulu menggunakan strategi promosi online dengan mengadakan kontes SEO blog, kali ini ada satu lomba SEO lagi yang masih tetap ada hubungannya dengan otomotif yaitu perusahaan Ban Gatah Tunggal yang mengusung target kata kunci "Ban Terbaik di Indonesia GT Radial".

Di pasar domestik, dominasi merek GT Radial di segmen kendaraan penumpang tak tergoyahkan hingga detik ini. Ban mobil GT Radial digunakan sebagai Original Equipment Manufacturer (OEM) oleh beberapa produsen utama kendaraan di Indonesia, seperti Toyota dan Daihatsu.

Memang setiap meluncurkan produk, Gajah Tunggal selalu ‘mendengarkan’ keinginan konsumen. Hal itu bukan hal yang sulit karena Gajah Tunggal sebagai bagian dari masyarakat, ‘hadir’ di tengah-tengah mereka.

Ban mobil Gajah Tunggal jelas telah ‘berbicara’ banyak di kancah domestik maupun internasional. Sebagai brand yang dilahirkan dari rahim ibu pertiwi dan kini sudah go international, GT Radial patut menjadi kebanggaan kita bersama.

Pengakuan pun datang dari Harian Bisnis Indonesia yang pada 15 Desember 2009 menyematkan GT Radial sebagai “Anugerah Produk Asli Indonesia” (APAI), merek asli dari Indonesia yang mendapat pengakuan dunia.

Sebelumnya, pada 2008 Gajah Tunggal menerima penghargaan Primaniyarta Award dari Kementerian Perdagangan. Penghargaan ini diserahkan langsung Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono sebagai salah satu perusahaan nasional terbaik dalam hal “pengembangan merek global”.

Divisi riset dan pengembangan (R&D) yang kuat dalam hal ini memegang peran penting. Divisi ini diisi oleh para ahli yang kompeten di bidangnya masing-masing. Sebagian dari mereka merupakan lulusan dari Politeknik Gajah Tunggal, salah satu institusi pendidikan ternama di tanah air.

Dari sanalah, kemudian lahir Champiro Eco yang pada 2010 mendapat penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk kategori ban ramah lingkungan pertama yang diproduksi di Indonesia.Bukan itu saja, ban bertipe Champiro HPY menerima penghargaan Amazing Record 200 majalah Auto Bild atas daya tahan, kualitas dan kinerja dari ban tersebut yang diuji di mengelilingi sirkuit internasional Sentul selama 200 lap hanya dengan 1 set (4 buah) ban.

Dengan kondisi lalu lintas di kota besar akhir-akhir ini, pengguna jalan terutama yang menggunakan kendaraan roda empat akan merasa dibayang-bayangi oleh kemacetan. Di samping jalanan yang macet, tentunya mengakibatkan pemborosan pada bahan bakar mobil, dan tidak luput dari segala macam polusi yang dihasilkan oleh kendaraan itu sendiri. Oleh karena itu industri otomotif mulai menawarkan alternatif kendaraan yang lebih ramah lingkungan, disertai himbauan penggunaan bahan bakar yang juga ramah lingkungan.

PT Gajah Tunggal Tbk, selaku produsen ban GT Radial, yang merupakan perusahaan ban terbesar di Asia Tenggara, juga melihat fenomena ini, dan merasa perlu untuk ikut menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari dunia otomotif. Sebagai produsen ban nasional, PT Gajah Tunggal Tbk memiliki misi untuk memproduksi ban yang ramah lingkungan dan tetap terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Oleh karena itu pada bulan Oktober 2009 diproduksi GT Radial Champiro HPY, kemudian di bulan Juni tahun 2010, diproduksi GT Radial Champiro ECO. Karya anak bangsa ini pun diapresiasi dengan mendapatkan penghargaan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai produsen ban nasional pertama yang memproduksi ban ramah lingkungan.

GT Radial Champiro ECO dan Champiro HPY, yang diproduksi menggunakan nanotek silica technology sehingga ban ini memiliki kemampuan untuk menjaga konsumsi bahan bakar di level terbaik. Kendati demikian, daya cengkeram di segala kondisi jalan tetap terjaga. Selain itu, bahan kimia yang digunakan oleh Champiro ECO dan juga Champiro HPY tergolong non-aromatic atau bersifat karsinogenik sehingga tidak membahayakan kesehatan. Level kesenyapan pada ban ini juga rendah, sehingga aman, nyaman dan cukup hening ketika dipakai.

Jika GT Radial Champiro ECO cocok untuk penggunaan sehari-hari, GT Radial Champiro HPY tampil dengan ‘Y’ rating masuk dalam kategori ultra high performance tire, yang mampu menyesuaikan performa mesin mobil konsumen yang memiliki horsepower cukup besar dan ingin menikmati laju maksimal. Artinya, Champiro HPY mampu melaju dalam kecepatan tinggi sampai 300 km/jam dan tetap menikmati performa yang stabil. GT Radial Champiro HPY dikenal memiliki performa traksi dan grip yang prima, baik dalam kondisi jalan basah maupun kering. Alhasil pengendalian kendaraan dapat terkontrol dengan sangat baik tanpa mengurangi kenyamanan.

Indikator untuk level kesenyapan (noise level) dan hambatan gulir (rolling resistance) ini telah memenuhi persyaratan untuk ban ramah lingkungan di negara-negara di Eropa, yang memang dikenal dengan pengawasan yang cukup ketat untuk setiap penjualan produk dinegara mereka. GT Radial menerapkan standart ini untuk seluruh produk-produk ban ramah lingkungannya, baik di Indonesia maupun ke lebih dari 90 negara tujuan ekspornya. Dengan Champiro ECO dan HPY, GT Radial telah meningkatkan posisi produk yang dimiliki sebagai Ban Terbaik di Indonesia dengan performa tinggi kelas dunia.


Untuk info lebih lanjut tentang Ban Terbaik di Indonesia GT Radial silahkan kunjungi situs resmi PT Gajah Tunggal di http://www.gtradial.co.id/gtradial/ina/


***







 

garis hijau panjang