header wahyu winoto blog

Optimasi Blog dengan Rumus Kimia dan Direct Purposeful Experience





a. Pendekatan Kimia dalam SEO

Benarkah ada hubungan antara ilmu kimia dan ilmu SEO? Pertanyaan itu pernah saya pikirkan saat saya menemukan sebuah artikel berjudul Introducing: The Periodic Table Of SEO Ranking Factors dari situs http://searchengineland.com. Lantas sayapun mencari referensi tentang Kimia kemudian saya kaitkan dengan beberapa penjelasan dari searchengineland.


Seperti kita ketahui ilmu Kimia juga banyak menggunakan program komputer yang digunakan untuk menterjemahkan hasil kimia teori. Seperti : untuk menghitung sifat-sifat molekul dan perubahannya maupun melakukan simulasi terhadap sistem-sistem besar (makromolekul seperti protein atau sistem banyak molekul seperti gas, cairan, padatan, dan kristal cair), dan menerapkan program tersebut pada sistem kimia nyata. 

Namun, apakah benar kimia itu dekat dengan ilmu SEO?

Mungkin dengan asumsi tentang kimia seperti saya tuliskan diatas itulah maka searchengineland.com menyajikan sebuah pendekatan mirip kimia untuk menjelaskan apa yang terjadi pada SEO.

Lihat perbadingan gambar berikut:
Unsur kimia (biasa disebut sistem periodik unsur)
Unsur SEO (dalam searchengineland.com)
Dari kedua gambar tersebut terlihat kemiripan susunan dalam unsur-unsur dalam Kimia serta unsur-unsur pembentuk SEO, setidaknya begitulah menurut saya.

Coba kita cermati; Dalam ilmu kimia, tabel SPU menunjukkan sifat-sifat molekul antara lain struktur (yaitu letak atom-atom penyusunnya), energi dan selisih energi, muatan, momen dipol, kereaktifan, frekuensi getaran dan besaran spektroskopi lainnya. 

Dalam SPU bisa kita lihat : 

H : Hidrogen
Li : Lithium
Na : Natrium
K : Kalium, dan seterusnya.

Sedangkan pada SPU-nya SEO disana menunjukkan unsur-unsur pembentuk SEO, diantaranya :

CQ : Content Quality
CR : Content Research
Ht : HTML Tittle
Hd : HTML Description

Ataupun:
Ac : Architecture Crawl
As : Architecture Speed, dan seterusnya.

Silahkan kamu copy saja gambar tersebut dan pelajari untuk makin mengetahui apa saja hal-hal yang penting dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan dalam SEO.



Taukah kamu kawan? Apa yang saya sampaikan diatas tidak akan berefek positif bagi kamu yang melihatnya cuma dari sisi pengetahuan untuk diketahui saja, karena apa? Karena, selama saya bertanya kepada para ahli seo, para webmaster, dan lain sebagainya, jawaban mereka selalu sama, bahwa untuk menjadi seorang yang pandai dalam hal seseuatu langkah yang harus dilakukan setelah mengetahui teorinya adalah melanjutkannya dengan mempraktekkannya.


Bahkan lebih jauh, seperti saya baca dalam sebuah buku : "Keberhasilan suatu pembelajaran dapat dilihat dari meningkatnya kemampuan belajar secara mandiri. Sehingga pengetahuan yang dikuasai adalah hasil belajar yang dilakukannya sendiri" (Novak & Gowin, 1984; Arend, 2001 dalam Idris, 2005: 82). 



Kemudian, berdasarkan kerucut pengalaman Edgar Dale, disebutkan bahwa pengalaman yang paling tinggi nilainya adalah direct purposeful experience, yaitu pengalaman yang diperoleh dari hasil kontak langsung dengan lingkungan, objek, binatang, manusia dan sebagainya, dengan cara melakukan perbuatan langsung (Muhammad Ali, 2000: 90). 

Oleh karena itu, agar pembelajaran dapat memberikan pengalaman yang lebih berarti bagi kita yang sedang belajar, maka perlu dirancang model pembelajaran yang dapat membawa kita kepada pengalaman yang lebih konkrit, termasuk dalam belajar menjadi webmaster, blogging, maupun ahli SEO.


Untuk itu menurut saya pembelajaran yang dirancang tersebut seharusnya disesuaikan dengan situasi dan kondisi orang yang belajar, sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan kontekstual, artinya menyentuh langsung dalam kehidupan nyata sehari-hari. Kalau kamu ingin mejadi ahli SEO atau ahli blogging, maka sudah selayaknya jika tiap hari usahakan kamu jangan jauh-jauh dari yang namanya SEO atau blog. Kamu juga harus terlibat langsung, mengelola blog/situs, menguji kemampuan semisal dengan mengikuti kontes SEO (seperti : Pulauweb Web Hosting Murah Indonesia TEAK 123 best teak garden furniture manufacturer wholesale in Indonesiadankerajaanhosting Masa Depan Hosting Indonesia dan Blogger Nusantara Blogpreneur IndonesiadanBisnis Online Daftar Gratis Bonus jutaan rupiah), dan latihan-latihan lain yang pada intinya kamu harus terjun langsung didalamnya. Sedangkan verbal symbol yang diperoleh melalui penuturan dengan kata-kata, membaca dari ebook, membaca tulisan orang lain, dan sejenisnya merupakan pengalaman belajar yang lebih rendah tingkatannya. 

Ingat itu.

Kemudian, sebelum menutup artikel ini saya juga ingin berpesan, mengutip apa yang dikatakan Gagne dan Briggs (1979) dalam Muhammad Ali (2000), disebutkan bahwa "media sangat penting sebagai alat untuk merangsang proses belajar".


Silahkan artikan sendiri seperti apa media yang kamu butuhkan saat ini untuk mengembangkan kemampuan kamu, hal itu berlaku dalam bidang apapun yang ingin kamu tekuni.

Selamat belajar kawan !!!



***
Daftar referensi : 
- http://searchengineland.com (Introducing: The Periodic Table Of SEO Ranking Factors)
- Idris, Jamaluddin. 2005. Analisis Kritis Mutu Pendidikan. Cet ke-1.Yogyakarta: Taufiqiyah Sa’adah & Suluh Press.
- Muhammad Ali, H. 2000. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Cetakan ke-10. Bandung: PT Sinar Baru Algensindo.





Demikian artikel: semoga bermanfaat bagi anda.

KLIK UNTUK MELIHAT DAN ATAU MENUTUP KOLOM KOMENTAR.



© 2010 - 2024 || By Blogger || Hak cipta dilindungi UU.
TOP