MGM dan MLM dalam Bisnis Jaringan




MGM dan MLM dalam Bisnis Jaringan


Beberapa waktu yang lalu saya telah menyampaikan tentang 10 kebohongan MLM yang terkadang tidak kita sadari. Nah, masih terkait dengan hal itu ada beberapa rekan lalu mengembangkan pertanyaan ke arah MGM (Member Get Member), dimana dia ingin mengetahui sebenarnya antara MLM dan MGM itu bedanya dimana? lalu lebih bagus mana antara MLM dengan MGM?

Sebelum membahas tentang MLM dan MGM tentu kita harus tahu dulu apa itu MLM dan apa itu MGM.

a. Definisi MLM dan MGM

MLM menurut Wikipedia diartikan sebagai Pemasaran berjenjang (bahasa Inggris: multi level marketing) adalah sistem penjualan yang memanfaatkan konsumen sebagai tenaga penyalur secara langsung. Harga barang yang ditawarkan di tingkat konsumen adalah harga produksi ditambah komisi yang menjadi hak konsumen karena secara tidak langsung telah membantu kelancaran distribusi.

Sedangkan MGM adalah Member Gets Member bisa diartikan “Anggota menggaet Anggota” adalah sebuah sistem pemasaran yang 90%-nya melibatkan keaktifan anggota mengajak orang lain untuk juga menjadi anggota suatu komunitas.


MLM atau singkatan dari Multi Level Marketing adalah bisnis yang cukup disukai oleh banyak orang termasuk di Indonesia. Banyak produk dari perusahaan yang menggunakan sistem MLM sebagai cara untuk memasarkan produknya ke konsumen.

MLM biasanya membuat peserta atau anggotanya untuk mencari anggota lain dengan imbalan tertentu secara berjenjang. Orang yang mendapatkan banyak anggota yang rajin membeli barang akan mendapat keuntungan yang berlipat ganda daripada anggota / member yang hanya membeli saja tanpa mencari anggota / bawahan. Dengan mendapatkan banyak anggota yang terdaftar hasil bujukannya serta menularkan kemampuan mencari member kepada bawahannya maka dipastikan orang itu akan sukses bermain mlm dan mendapatkan berbagai insentif, bonus, dsb.

Sedangkan MGM sebenarnya tidak berbeda jauh dengan hal itu, sistem MGM juga sering disebut pemasaran “dari mulut ke mulut” dimana terbukti dengan sistem ini berhasil menambah jumlah pengguna, dan uniknya semua itu dilakukan oleh pengguna sendiri.

Sampai saat ini saya sendiri belum menemukan data fakta serta perbandingan antara MGM dan MLM, sehingga saya tidak bisa menyatakan mana yang lebih efektif digunakan untuk mendesain sistem bisnis.

Berdasarkan pengamatan dilapangan, sementara ini MLM lebih familier digunakan untuk pemasaran suatu produk maupun bisnis jaringan. Sedangkan MGM masih sedikit sekali digunakan, sampai saat ini MGM biasanya diterapkan dalam bisnis online, dimana anggota diharapkan berusaha mencari/menjaring anggota lain sehingga bisnis atau sesuatu yang sedang diusahakan tersebut dapat cepat berkembang layaknya efek viral.

Terlepas dari itu semua, saya yakin bahwa sistem pemasaran (MLM dan MGM) akan terus berkembang tergantung bagaimana kreatifitas dari pemilik bisnis atau komunitasnya, lalu juga dikembangkan menyesuaikan dengan reaksi yang ditunjukkan semua stakeholder atau pelaksananya, tim admin dan pengguna. 
Kemudian, saya juga percaya bahwa sistem MGM atau MLM adalah sistem pemasaran yang paling efektif, makanya jangan heran jika bisnis jaringan sangat cepat berkembang, terkadang juga bermetaforfose dalam bentuk yang berbeda/dimodifikasi.


***








Ada 3 komentar untuk artikel MGM dan MLM dalam Bisnis Jaringan

Anonim mengatakan...

Tulisan yang objektif dan jujur.
Saya sumbang pandapat sedikit ya? sbb bro :

"MLM pasti mengandung MGM. Tapi MGM belum tentu berbentuk MLM."

Terimakasih.

Kunci MLM on Rabu, 28 Desember 2011 21.41.00 WIB mengatakan...

Ulasan MLM dan MGM yang bermanfaat. Saya merasakan sebenarnya bisa bermanfaat buat bayar uang kuliah haha... Asal jangan salah pilih! Terima kasih infonya gan.

Anonim mengatakan...

Terima kasih untuk tulisan yang bermanfaat ini gan
Salam

http://goo.gl/QvdmF


Posting Komentar

 


garis hitam panjang
garis hitam panjang